Posted by: candrasanjaya | May 19, 2008

Keliling Bali Part 2

Blue Lagoon adalah sebuah pantai berkarang indah dan memiliki banyak ikan tropis berwarna – warni yang terletak di dekat Pelabuhan Padang Bai, lokasi ini sangat cocok untuk berjemur, berenang, snorkling dan diving, disini adalah tujuan utama wisata di Padang Bai. Jika anda kebetulan berada di sekitar Padang Bai ada baiknya anda menyempatkan diri mengunjungi tempat ini. Selanjutnya silahkan membaca jurnal perjalanan saya.

Hari Ke Dua puluh satu, Jum’at 18 April 2008
Perjalanan dari Lombok ke Bali (Kuta)

06.00 WIB Aku kembali ke Kuta – Bali dengan menggunakan return tiketku dari PERAMA, perahu boat berangkat pagi sekali, dalam perjalanan ini saya bertemu dengan seorang pria dari Jepang bernama Shotaro yang sangat friendly sekali, kami berbicara banyak selama perjalanan kami menuju Kuta. Boat dari PERAMA menjemput semua penumpang dari ketiga pulau gili setelah itu pergi menuju ke BANGSAL, sesampainya di pelabuhan bangsal beberapa penumpang kebingungan karena tidak ada penjemput yang ada malah beberapa tukang Ojek dan Sopir Cimodo yang menawarkan tumpangan untuk ke tempat parkir utama dimana mobil bus PERAMA sudah menunggu kami. Tukang Ojek dan Sopir Cidomo itu menawarkan harga Rp. 10.000,- (terlalu mahal), karena sudah pernah kesini aku tahu kalau tempat parkirnya tidak begitu jauh, jadi aku jalan saja kesana diikuti oleh bule – bule yang lain. Dari Bangsal kami naik Bus ke Senggigi untuk bergabung dengan bule – bule lain yang juga mau menyeberang ke Bali. Di Senggigi Beach ternyata kapal Pinisi besar PERAMA sudah menunggu, kami naik kapal itu dan berlayar menuju ke Padang Bai.Setelah makan siang di kapal, akhirnya kami sampai di Padang Bai, kami berpindah ke Bis yang membawa kami langsung ke Kuta – Bali.                            

15.00 WIB Sampai di Kuta, Kedin in full book, jadi aku menginap lagi di SARI JAYA Hotel dan petugas disana masih ingat padaku. Setelah meletakkan barang – barang di kamar aku segera berenang di kolam renang dan bersantai disana sampai menjelang Sunset.                                                                

17.00 WIB Menikmati Sunset di pantai Kuta, sambil main game di Centro semalaman, setelah makan malam balik ke hotel untuk istirahat.

Sanur adalah pantai di Bali yang tidak jauh dari kuta, tidak seperti kuta yang terkenal dengan Sunsetnya, Sanur malah lebih dikenal dengan Sunrise-nya. Disini juga terdapat Bali Beach Hotel yang sangat luas, disepanjang pantai. Tapi ada juga kok Homestay atau hotel – hotel murah dengan tarif 100 ribu-an disini. Sanur sangat cocok untuk tempat berenang, berjemur dan bersantai, selain itu Sanur juga digunakan sebagai pelabuhan untuk menyeberang ke Nusa Lembongan dan Nusa Penida. Dengan jadwal untuk umum pada jam 6 – 8 pagi, tiket kurang dari Rp. 20.000,- Penyeberangan siang juga ada sekitar pukul 10 – 2 siang namun harganya lebih dari Rp. 50.000,- silahkan berangkat pagi untuk dapat ongkos yang lebih murah. Untuk selanjutnya silahkan membaca jurnal perjalananku.
Hari Ke Dua puluh dua, Sabtu 19 April
Sanur dan Malam di Kuta

05.30 WIB segera bangun, mandi dan pergi ke kantor PERAMA untuk mengejar bus yang berangkat ke SANUR pada pukul 06.00 WIB, ongkos bus Kuta – Sanur Rp. 15.000,- Sesampainya di Sanur tepat pada saat Sunrise, dan akupun tak heran kenapa Sunrise disini sangat terkenal, seperti api merah yang membakar langit, saat indah sekali. Aku berjalan mengelilingi pantai yang lumayan luas ini. sambil cari informasi untuk menyeberang ke Lembongan. Sarapan di dekat pantai.                                      

10.00 WIB kembali ke KUTA naik bus PERAMA lagi, dari Kuta tujuanku kali ini adalah belanja sampai sore, kemudian main di kolam renang hotel.                                                                                      

17.00 WIB saatnya menuju pantai untuk melihat Sunset, dan tidak aku sangka ternyata aku bertemu dengan Ray dan Kori di pantai Kuta, aku menghampiri mereka, mereka tampak sangat senang bertemu lagi denganku, mereka tidak jadi pergi ke Manado karena merasa kerasan di Kuta. Kami mengobrol dan cerita – cerita setelah agak gelap mereka kembali ke hotel dan aku melanjutkan acara jalan – jalanku. Setiap Sabtu malam Minggu banyak sekali atraksi musik gratis dipinggir jalan di daerah sekitar Kuta, di bagian belakang Centro juga ada. Setelah makan malam aku kembali ke hotel, istirahat sebentar.                                                                                                                             

23.00 WIB Ke luar dari hotel menuju ke Jalan legian untuk mencari tempat buat dugem, Bounty Discotik menjadi pilihan utama dan rekomendasi dari orang – orang sekitar, tiket masuk untuk ke bagian depan saja untuk tempat bilyard, souvenir dan bar ringan gratis, tapi untuk ke pentas pertunjukan dan lantai dansanya / diskotik harus bayar tiket masuk Rp. 50.000,- dapat bir sebotol, meski mahal tapi tempatnya asyik banget dan padet Bule. Bagi anda yang berfisik menarik dan pintar berdansa pasti bakal dapat cewek disini. Dugem sampai jam 3 pagi.

Lembongan adalah sebuah pulau kecil diselatan Bali yang terkenal dengan Seaweed Farm-nya. Untuk pergi kesini anda bisa menyeberang dari Sanur, tapi perlu anda perhatikan bahwa Lembongan memiliki 2 pelabuhan yaitu pelabuhan Lembongan dan Jungutbatu. Jika anda ingin pergi ke tempat yang rame dan banyak penginapan (dari yang murah sampai mahal) anda harus turun di Jungutbatu karena dilembongan hanya ada hotel mahal saja. Lembongan menawarkan wisata berupa karang – karang yang indah di pantai, hutan mangrove yang romantis, beberapa pura, rumah bawah tanah, dan pantai – pantai indah yang tersembunyi, anda juga bisa menyeberang melewati jembatan yang menghubungkan Nusa Lembongan dengan pulau yang lebih kecil lagi didekatnya yaitu pulau Nusa Ceningan. Untuk pergi berkeliling di sini anda bisa menyewa sepeda motor Rp. 75.000,- sehari atau bersantai dengan sepeda gayung Rp. 30.000,- sehari.Anda bisa menyewa kendaraan anda lewat hotel tempat anda menginap. Kalau menurutku sendiri lebih baik anda menggunakan sepeda gayung saja, karena selain santai, jalan disini juga ada beberapa yang sangat menanjak.Disini hampir tidak ada tempat makan murah dan hotelnya rata – rata tidak memberikan sarapan. Untuk menginap hanya ada dua penginapan murah yang aku tahu yaitu Pondok Baruna dan penginapan Mandara (Rp. 75.000, – s/d Rp. 200.000,-) selain kedua tempat itu yang lain memasang tarif diatas 100 ribu-an. Untuk makan anda akan mengeluarkan uang dari Rp. 30.000,- s/d Rp. 100.000,- sekali makan tergantung menu pesanan anda. Untuk selanjutnya silahkan membaca jurnal perjalananku

Hari Ke Dua puluh Tiga, Minggu 20 April 2008
Menyeberang ke Lembongan

10.00 WIB setelah mandi dan sarapan aku naik jemputan ku dari PERAMA untuk menuju ke Lembongan dengan tiket Kuta – lembongan Rp. 85.000,- aku memakai PERAMA karena tidak sanggup mengejar kapal murah di pagi hari gara – gara dugem tadi malam. Perjalanan menggunakan Bus dari Kuta ke Sanur lalu dilanjutkan dengan kapal jukung Perama menyeberang ke Jungutbatu, aku bertemu dengan seorang gadis manis dari Swedia bernama Susana disini, perahu pun penuh dengan bule – bule yang pergi ke Jungutbatu sama sepertiku.

14.00 WIB Tiba di Jungutbatu aku segera pergi ke Pondok Baruna untuk check in dapat kamar seharga Rp. 75.000,- semalam tanpa sarapan. Keuntungan menginap disini selain kamarnya yang menghadap langsung ke pantai, anda juga dipinjami alat snorkel lengkap gratis, selama anda menginap disini.Padahal alat snorkel lengkap biasanya disewakan seharga Rp. 30.000,- ditempat lain. Sayangnya kamar di Pondok Baruna tidak begitu banyak dan mereka tidak bisa dibooking. Setelah makan siang dan istirahat sebentar di kamar, aku keluar untuk menyusuri pantai disini sambil melihat petani memanen rumput laut mereka.

16.00 WIB Kembali ke hotel untuk mandi dan bersih – bersih, setelah itu pergi keluar untuk jalan – jalan ke atas bukit yang ada Coconut Resortnya, hotel termahal di Lembongan, di bukit itu juga ada beberapa hotel atau villa lain yang mahal tarifnya, namun pemandangan di bukit itu memang lebih indah daripada di bagian bawah, tapi aku belum mampu untuk tinggal disini. Disisi lain bukit ternyata ada sebuah pantai tersembunyi bernama Coconut Beach, karena sangat privasi banyak bule yang telanjang disini. Ketika akan kembali ke hotel aku melihat sebuah sunset yang menawan disini.

19.00 WIB Mencari tempat untuk makan malam. Meskipun mahal sepertinya tempat makan terbaik ada diatas bukit dekat dengan hotel – hotel mahal diatas sana. setelah makan malam aku kembali ke hotel untuk istirahat. 

Di Lembongan hanya ada tur untuk snorkel dan Diving saja yang terorganisir dan dapat di sharing, untuk keliling pulaunya, anda bisa melakukannya sendiri dengan berbekal peta yang diberikan secara gratis di hotel, jalan yang ada sangat simpel kok namanya juga pulau kecil dijamin anda tidak akan tersesat. Snorkel dan Diving memiliki tempat tujuan yang sama karena itu mereka berangkat bersamaan, untuk dilembongan biasanya tempatnya adalah, Mangrove Jungle dan Mushroom Beach, untuk nusa penida adalah crystal Bay dan Manta Point. Di nusa lembongan terdapat banyak sekali tempat untuk memesan tur – tur ini. dengan biaya Rp. 100.000,- snorkel dan Rp. 600.000,- untuk 2 x diving, include makan siang. Untuk prakteknya silahkan baca jurnal perjalananku

Hari Ke Dua puluh Empat, Senin 21 April 2008
Keliling Lembongan

09.00 WIB setelah mandi dan bersih – bersih aku datang ke World Diving untuk mengikuti Snorkel Trip seharga Rp. 100.000,- dan ternyata Susana juga mengikuti Trip ini untuk diving dan dia juga menginap di Pondok Baruna dengan teman ceweknya. Setelah semua peserta berkumpul, kapal boat berangkat. Di perjalanan ini aku berkenalan dengan suami istri yang berasal dari india mereka hobi Diving. Tujuan pertama adalah sebuah pantai di dekat Nusa penida, karang dan ikan di sini sangat indah. Setelah itu kami makan siang dulu sambil menikmati crystal Bay di Nusa penida, setelah itu snorkel lagi di crytal Bay, yang terakhir snorkel di Manta Point sayang saat itu belum musimnya manta keluar tapi air laut disini sangat jernih sehingga karang dan ikan – ikan yang ada terlihat sangat jelas.

14.00 WIB kembali ke Pondok Baruna, mandi dan bersih – bersih. karena masih cukup waktu aku segera menyewa sepeda gayung untuk keliling pulau dengan hanya berbekal peta dan sebotol sprite aku segera memulai petualanganku di lembongan. Tujuan pertama adalah bagian paling pojok yaitu hutang Mangrove yang romantis. Disini kita bisa bersnorkel tepatnya didepan Made Restoran atau naik perahu keliling hutannya dengan harga Rp. 50.000,- tujuan selanjutnya adalah Pura Sakenan, tidak begitu menarik, biasa saja, pura kedua adalah Empuaji, ada sebuah pohon besar keramat disini. Kemudian aku bersepeda melewati hutan kecil bernama Dimel Telatak sampai pada Jembatan yang menghubungkan pulau Lembongan dengan pulau Ceningan yaitu pulau lain di sebelah Lembongan. Sekalian aku menyeberang ke Ceningan, jembatannya hanya cukup untuk satu sepeda motor saja, jadi harus bergantian melewatinya.Dibagian paling selatan Nusa Ceningan terdapat pantai yang bagus untuk berselancar dan juga pantai lain yang memiliki banyak sarang Waletnya.
Balik ke lembongan saatnya melihat pantai – pantai indah yang tersembunyi di Lembongan antara lain, Dream Beach, Tanjung SangHyang dan Mushroom Beach.

19.00 WIB balik ke Pondok Baruna, istirahat, mandi dan makan malam. setelah bersantai sambil melihat laut, aku kecapekan dan tidur.

Nusa Penida adalah Pulau diselatan lembongan, ukurannya lebih besar dan penduduknya lebih padat dari Lembongan. Namun tempat wisata disini sama sekali tidak berkembang. Untuk pergi ke sini bisa lewat Lembongan dan jungutbatu dengan tiket Jungutbatu – Toyapakeh Rp. 10.000,- yang berangkat hanya pada 6 pagi. Tempat wisata yang ada di Nusa Penida adalah Nusa Penida Crystal Bay, Gua giri Putri yang memiliki Pura di bagian dalam guanya, dan yang terakhir adalah Air terjun yang curam di Guyangan. Untuk datang ke tempat itu anda tidak perlu membayar tiket apapun. Alternatif terbaik untuk mengelilingi pulau ini adalah dengan menyewa ojek dengan harga paling mahal Rp. 100.000,- seharian. Jangan berusaha untuk mengendarai motor sendiri karena jalan yang ada yang curam dan berbahaya dan tidak bisa ditempuh dengan Bemo. Penginapan yang adapun cuma 3 buah disampalan semuanya sangat sederhana tanpa sarapan, harganya berkisar dibawah 100 ribuan. Untuk makan hanya ada warung – warung makan lokal yang murah meriah. untuk lebih jelasnya silahkan membaca jurnal perjalananku.

Hari Ke Dua puluh Lima, Selasa 22 April 2008
Keliling Nusa Penida

06.00 WIB segera check out dari hotel untuk menyeberang ke Nusa Penida, dan ternyata sepagi itu aku sudah hampir tertinggal perahu, menyeberang sekitar 30 menitan sampai di Toyapakeh, dan ternyata disini tidak ada penginapan yang memadai, banyak orang yang menawarkan kamar dirumah mereka namun cukup berbahaya untuk diterima. Akhirnya aku naik ojek Rp. 10.000,- ke Sampalan kota dan Pelabuhan terbesar di Nusa Penida. Dari sini aku menginap Di Made Homestay, penginapan sederhana dengan model kamar seperti kamar bangsawan bali model kuno semalam Rp. 80.000,- Supir ojek yang mengantarku ke sini aku, menawariku tur untuk keliling Nusa Penida dengan tambahan biaya Rp. 70.000,- aku setuju dan dia akan kembali ke penginapanku 1 jam lagi. Waktu luang ini aku gunakan untuk mandi, bersih – bersih, jalan – jaln disekitar pelabuhan dan sarapan. Ketika kembali ke penginapan supir ojek tadi sudah menungguku, kami segera berangkat ke Gua Giri Putri, dijalan aku menemukan sebuah pantai yang penuh dengan kapal – kapal nelayan yang menghasilkan pemandangan yang sangat indah untuk difoto. Untuk mencapai gua Giri Putri kita harus menaiki tangga yang lumayan tinggi, diatas sana ada sebuah gua dengan jalan masuk yang sangat sempit hanya cukup untuk seorang saja, namun dibagian dalam guanya sangat luas seperti lapangan sepak bola dan terdapat Pura ditengah – tengahnya dengan kesan yang sangat misterius dan angker. Ketika hendak berangkat ke Pantai Nusa Penida sopir ojek saya terlihat kebingungan, tebakanku dia tidak tahu jalan menuju ke pantai itu, lalu dia beralasan pusing dan tidak meneruskan perjalanan aku di kembalikan ke penginapan lagi dan dia meminta uang Rp. 20.000,- saja, saya pikir sangat pantas lah.

13.00 WIB karena sudah siang dan aku lapar maka aku pergi ke pelabuhan untuk makan sambil jalan – jalan, disana ada banyak tukang ojek sedang berkumpul, aku mencoba meminta jasa mereka untuk mengantarkanku pergi ke Pantai penida dan Air terjun Guyangan. Satu lagi hal aneh yang ada disini ketika kamu menyebut akan pergi ke air terjun Guyangan setiap orang akan menyarankan untuk mengurungkan niat anda karena jalan menuju kesana sangat sulit dan berbahaya. Buatku itu malah menjadi tantangan tersendiri. Seorang tukang ojek menerima ajakanku, dia membuka harga Rp. 100.000,- aku tawar menjadi Rp. 60.000,- dan aku harus ditemani turun ke air terjun Guyangan, tidak ada yang sanggup. Lalu akupun meninggalkan mereka  untuk duduk – duduk di pelabuhan, 10 menit kemudian seorang tukang ojek menghampiriku dan menyanggupi permintaanku, jadilah aku berangkat ke air terjun Guyangan dulu, jalan menuju kesana melemati gunung – gunung yang menanjak dan berkelok – kelok seperti Rollercoster, pemandangan disini benar – benar seperti lukisan jauh lebih indah dari yang aku lihat di bukit Malimbu sekalipun. Setelah bersepeda lama akhirnya kami sampai juga pada tebing jurang yang mengarah ke laut, ternyata Air terjun Guyangan memang terletak di bagian bawah jurang yang mengalir langsung ke laut, sekarang aku baru tahu kenapa orang – orang mencegahku untuk datang ke tempat ini. Karena tangga untuk turun keair terjun sangat curam, panjang dan berkelok – kelok, sebagian dari tangga itu terbuat dari kayu yang hampir keropos dan goyang – goyang saat diinjak, sekali anda terpeleset maka anda akan jatuh ke jurang tanpa da yang bisa menolong anda, karena disini tidak ada siapapun. Bajukupun menjadi basah kuyub oleh keringat namun saat sampai pada air terjunnnya semua kelelahanku terbayar sudah. Air terjunnya cukup bagus, disana aku membasahi diri dan bersantai. Dan pada saat membayangkan jalan untuk kembali ke atas lagi, aku jadi sedikit drogi juga. Dari Guyangan perjalanan dilanjutkan ke Pantai Crystal Bay / pantai Penida.

16.00 WIB sampai di Pantai Penida disinipun ternyata sepi juga, hanya ada beberapa orang lokal yang mandi disini, padahal pantai ini lumayan bagus, ada karang sebesar bukit di tengah lautnya, sama seperti di Tanah Lot. Dan Sunsetnyapun lumayan. Setelah puas disini akupun kembali ke Sampalan.

18.30 WIB sampai di Sampalan aku diantar di penginapan, aku langsung mandi dan istirahat. Satu jam kemudian aku jalan – jalan lagi di keramaian dekat pelabuhan yang ternyata sudah sepi sekali, banyak toko dan warung yang sudah tutup dan yang masih bukapun sudah habis – habisan makanannya. Akupun makan seadanya. Ternyata disini turisnya hanya aku saja tidak ada yang lain. Setelah makan malam aku kembali ke penginapan untuk tidur.  

Di sampalan terdapat dua buah pelabuhan yang besar adalah pelabuhan untuk kapal ferry menyeberang ke Padang Bai (Bali) Tiket Rp. 16.000,- berangkat jam 12 siang, yang satu lagi pelabuhan kecil untuk kapal jukung yang menyeberang ke Kusamba (Bali) Tiket Rp. 12.000,- berangkat jam 9 pagi. Dari Kusamba anda bisa berjalan sebentar menuju ke jalan raya besar, dari situ Bis Kota yang mengarah ke Kanan adalah Bis yang akan membawa anda ke Amlapura (melewati Padang Bai dan Candi Dasa), Dari Amlapura anda bisa ganti Bus menuju Singaraja (Melewati Amed dan Tulamben). Sedangkan Bis yang mengarah ke kiri akan membawa anda ke Batubulan, dari Batubulan anda bisa ganti Bis ke Kuta atau ke Denpasar. ongkos Bis Kota ini dibawah Rp. 15.000,- Untuk selanjutnya anda bisa membaca jurnal perjalananku.  

Hari Ke Dua puluh enam, Rabu 23 April 2008
Perjalanan ke Tulamben

09.00 WIB Setelah selesai mandi, sarapan dan mengepak barang bawaanku, aku berjalan menuju ke pelabuhan untuk menyeberang ke Kusamba dengan Tiket Rp.12.000,- lucunya kita harus naik ke pundak awak kapal untuk naik ke kapal karena tidak tersedia geladak kayu disini sebagai jalan. Dan kita harus membayar Rp. 2.000,- pada mereka. Perjalanan berkisar antara sejam lebih. ternyata di Kusamba-pun aku harus melompat dari kapal sama seperti yang aku lakukan di Gili. Sesampainya di Kusamba aku bertanya ke orang -orang bagaimana cara pergi ke Tulamben, dan ternyata dari pelabuhan ini kita harus berjalan sebentar ke jalan raya besar, terus naik Bus yang mengarah ke Amlapura,dari Amlapura kemudian naik bus jurusan Singaraja dan berhenti Di Tulamben.

14.00 WIB sampai di Tulamben dan Check in di Paradise Palm beach Bungalow dengan kamar seharga Rp. 80.000, semalam. Setelah membereskan barnag – barang aku jalan – jalan keluar untuk makan siang, Tulamben tidak begitu rame, karena memang tidak begitu luas wilayahnya, aku makan siang di sebuah warung murah bernama warung Komang / Kadek (aku lupa).

16.00 WIB cuaca jelek dan laut mengamuk dengan gelombang yang besar, sebenarnya aku ingin bersnorkel, namun dengan ombak yang sebesar itu tidak akan bisa melihat apapun. Aku bersantai di pingggir pantai sambil menikmati Sunset yang indah.

19.00 WIB setelah mandi aku keluar jalan – jalan malam dan makan, disini ada juga beberapa restoran bagus bertaraf Bule. Namun suasananya sepi, karena biasanya segala keperluan turis sudah di cukupi dihotelnya saja. Setelah makan aku kembali ke hotel untuk tidur.  

Tulamben adalah tempat wisata berbasis Diving karena disini terdapat reruntuhan kapal perang USS Liberty, orang dari segala penjuru dunia datang ke sini untuk Diving, hotel yang ada terletak persis di pinggir pantai dan mereka memberikan akomodasi lengkap pada tamu – tamu mereka, seperti alat diving, snorkel dan rumah makan. Pantai disini adalah jenis pantai berbatu dengan pasir hitam, sangat sulit berjalan disini dengan kaki telanjang, namun pemandangan karang dan ikan yang ada disini cukup untuk memanjakan mata anda. karena lokasinya tidak begitu luas restoran dan hotel yang adapun terbatas. namun rata – rata ada kamar murah disetiap hotelnya. Alat snorkel disewakan Rp. 30.000,- seharian. Untuk selanjutnya silahkan membaca jurnal perjalananku.

Hari Ke Dua puluh Tujuh, Kamis 24 April 2008
Snorkel di tulamben

08.00 WIB setelah sarapan aku segera bersnorkel, karena cuaca mulai membaik dan kebetulan juga ada beberapa bule yang lagi snorkel, jadi tidak sendirian. ikan dan karang disinipun rupanya cukup bagus, aku hany bisa melihat sebagian kecil dari bagian reruntuhan Kapal Liberty. Disini aku ketemu lagi dengan pasangan dari India yang pernah aku temui di Tulamben saat snorkel dulu, mereka kini sedang diving disini.

13.00 WIB Aku istirahat untuk mandi dan makan siang diwarung Komang, ternyata hujan datang sampai sore, niat untuk bersnorkel lagi pupus sudah.

19.00 WIB keluar lagi untuk makan malam dan jalan – jalan sebentar, setelah makan aku kembali ke hotel untuk bersantai, hujan turun lagi dan akupun tertidur. 

Berkeliling di Bali ternyata tidak sesulit yang orang – orang bayangkan sebelumnya apalagi jika Base Camp anda adalah Kuta, karena di Kuta banyak sekali tempat – tempat yang menyediakan akomodasi yang lengkap dengan harga bersaing. Saran jangan terlalu terburu – buru membuat keputusan apalagi sampai booking jauh – jauh hari, hal itu sangat tidak perlu, karena penginapan di Kuta ada banyak sekali dan banyak dari mereka yang tidak mau dibooking lewat telepon atau transfer. Hal ini juga berlaku untuk acara tur, luangkan waktu anda 1 atau 2 jam untuk keliling dan membandingkan harga, dengan begitu anda bisa mendapat yang terbaik untuk anda, jangan takut anda tidak akan kehabisan stok, jangan takut juga untuk menawar dan bertanya. Inilah kesimpulan yang aku peroleh setelah berkali – kali bolak – balik ke Kuta. Selanjutnya baca jurnal perjalananku.

Hari Ke Dua puluh Delapan, Jum’at 25 April 2008
Kembali ke Kuta

07.00 WIB Ketika bangun pagi untuk jalan – jalan keluar aku melihat pemandangan Sunrise yang indah karena bercampur dengan gunung Agung. Setelah sarapan aku memandangi laut Tulamben yang gelombangnya tidak tenang – tenang juga masih saja mengamuk. Setelah capek menunggu akhirnya akupun memutuskan untuk meninggalkan tempat ini dan kembali ke kuta. Naik Bus dengan cara terbalik seperti yang aku lakukan kemarin. Pertama aku naik bus ke Amlapura, dari Amlapura aku naik jurusan ke Batubulan, dari Batubulan aku naik jurusan Kuta dan turun di Simpang Siur, dari sini aku naik Ojek yang semua biayanya habis Rp. 50.000,-

15.00 WIB Dapat satu – satunya kamar yang tersisa di Kedin In, setelah meletakkan barang – barang, makan siang di Mcdonald lalu berenang di kolam renang hotel sampai menjelang Sunset.

17.00 WIB Keluar hotel, jalan – jalan sambil melihat Sunset. Mencari informasi untuk melakukan Rafting di Bali. Setelah berkeliling aku memutuskan untuk booking tiket rafting di MBA tour agent yang terletak dibelakang McDonald atau Hotel Maharani di jalan Poppies 1,  karena mereka memberikan harga termurah yaitu Rp. 200.000,- dan keterangan yang mereka berikanpun sangat jelas. Terus main game di Centro sampai malam sekali, saat jalan – jalan disini aku bertemu dengan pasangan suami istri dari India yang pernah kujumpai di Lembongan dan Tulamben. Makan malam dengan Take Out-nya Mcdonald dimakan diatas pasir pantai Kuta. Setelahnya balik ke hotel untuk tidur.

Salah satu kegiatan yang wajib dilakukan saat dibali adalah Rafting, yaitu menaiki perahu karet menyusuri sungai. Ada dua tempat / sungai untuk rafting di Bali, yang pertama adalah sungai Ayung di Ubud yang memiliki aliran air agak tenang dan jalur sungai max. 1o Km, yang kedua adalah di Telaga Waja di daerah Besakih yang memiliki aliran air agak deras dan jalur sungai lebih dari 10 Km. Harga Rafting dikedua tempat ini paling mahal adalah Rp. 250.000,- perbedaan harga yang ada disebabkan oleh bedanya pengelola dan kepada siapa anda membeli voucher / tiket. Harga standarnya adalah Rp. 220.000, – untuk pengelola bonafid dan Rp. 200.000,- untuk pengelola biasa. Sebetulnya sungai yang dilalui sama saja, yang berbeda hanya start point dan finish point yang berjarak beberapa meter saja. Dalam perkembangannya Sungai Ayung sudah kalah pamor dengan sungai telaga Waja. Rafting ini dijamin 100% aman, biaya refting itu sudah termasuk antar jemput ke Hotel, makan siang, dan semua peralatan yang diperlukan untuk rafting. Untuk lebih jelasnya silahkan membaca jurnal perjalanan saya.

Hari Ke Dua puluh sembilan, Sabtu 26 April 2008
Rafting di Telaga Waja

08.30 WIB setelah makan, mandi dan sarapan, jemputanku untuk rafting datang, didalam mobil sudah ada 8 bule yang juga berangkat rafting. Setelah aku naik, mobil langsung melaju ke kantor pengelola rafting ini, kalau tidak salah ada di daerah Sanur. Di kantor nama – nama kami akan dicatat, setelahnya kami langsung berangkat menuju ke daerah Besakih. Dan ternyata lokasi rafting ini lebih jauh dari Besakih sekalipun, sesampainya di start point, kami diberi welcome drink, dan disuruh menggunakan  pelampung dan helm, kamipun dibekali sebuah dayung dari plastik. Kita hanya bisa membawa barang – barang kecil saja di atas perahu, seperti kamera, dompet atau rokok, barang – barang yang lain diletakkan di dalam mobil yang nanti akan menyusul kita di finish point.  Setelah semua persiapan beres kamipun turun menuju ke sungai yang sebetulnya terlihat mata namun menjadi lumayan jauh juga karena jalannya menurun, pemandangan yang ada disinipun sudah cukup bagus. Sesampainya di pinggir sungai kami diberi pengarahan singkat tentang cara bermain rafting ini, nggak susah kok karena pada akhirnya nanti pemandu kitalah yang mengerjakan semua kendali pada perahu karet kita. Jadi santai saja. Peserta berangkat satu persatu dengan perahu karet sambil membuat jarak untuk yang lain. Ditengah perjalanan kami berhenti di sebuah air terjun dengan lingkungan yang lumayan indah, disitu kita bisa istirahat sebentar dan mengambil foto. Sayang sekali karena takut rusak aku tidak membawa kameraku. Setelah puas main disini perjalanan dengan perahu karet dilanjutkan. Aliran air disini lumayan deras, dan rintangan – rintangannya pun banyak antara lain adalah jembatan pring, batu – batu besar, dinding tebing dan dam/bendungan setinggi 4 meter. Sebetulnya rafting ini lumayan menantang bagi pemula, sayang aku telah berpetualang di lingkungan alam yang lebih mengerikan dari ini. Meskipun begitu aku sangat menikmati pemandangan yang disajikan disepanjang sungai, benar – benar mempesona, kami menemui lebih dari 3 buah air terjun disini. Setelah 2 jam diatas air akhirnya kami sampai juga di finish Point. Disini kita bisa mandi dan makan siang yang termasuk dalam program. karena aku satu – satunya orang lokal disini aku mendapat bonus soft drink, aku ucapkan terima kasih pada petugas yang ada disana. pemandangan dari rumah makan inipun tidak mengecewakan, sayang sekali kamera tidak aku bawa. Setelah selesai semua, kamipun kembali ke mobil dan diantarkan kembali hotel.

16.00 WIB sampai di hotel, acara selanjutnya adalah istirahat di hotel, berenang dan bersantai sambil menunggu gelap. Waktu aku jalan – jalan mencari informasi tentang pulau menjangan, ternyata tidak ada satupun agen tur yang memiliki program kesana. Dan akhirnya akupun mencari informasi lewat internet. Setelah larut malam aku keluar hotel untuk makan malam lalu jalan – jalan malam di sekitar jalan legian dan dugem di Bounty Diskotik sampai Subuh.

Pulau menjangan adalah cagar alam di bagian Bali Utara yang sangat dekat dengan Gilimanuk. Cara mencapai pulau ini ada dua yaitu melalui Labuhan Lalang yang berada tepat dipinggir jalan raya dan melalui Mimpi Resort yang masuk sekitar 1 km dari jalan raya. Karena merupakan pulau kecil yang tidak berpenghuni, maka di pulau Menjangan sama sekali tidak ada penginapan ataupun rumah makan. Turis yang hendak menuju ke pulau ini biasanya menginap di daerah Pemuteran yang dekat dengan Pura dan hutan Pulaki yang penuh monyet, dan juga pantai. Meskipun terdengar sangat menyenangkan namun di Pemutaran sama sekali tidak ada hotel murah, Homestay saja semalam bisa mencapai Rp. 200.000,- Alternatif lain adalah dengan menginap di Pelabuhan Gilimanuk, yang tidak begitu menawarkan banyak hal, namun lebih murah akomodasinya. Baik dari Pemuteran ataupun Gilimanuk anda tinggal naik Bemo atau bis kota sekali dengan harga dibawah Rp. 15.000,- untuk turun di Labuhan Lalang. Dari Labuhan Lalang anda harus menyewa Boat dengan jadwal yang paten (sekitar 6 jam) seharga Rp. 350.000,- bisa dinaiki dengan berombongan. di pelabuhan ini juga menyewakan alat snorkel seharga Rp. 30.000,- sehari. Dan jangan lupa untuk membawa bekal makanan dan minuman jika pergi kesana. Untuk lebih jelasnya silahkan membaca jurnal perjalananku.

Hari Ke Tiga puluh, Minggu 27 April 2008
Perjalanan menuju ke Pulau Menjangan

08.30 WIB setelah mandi, bersih – bersih dan sarapan aku check out dari hotel untuk pergi menuju ke pulau menjangan. Untuk bereksperimen aku mencoba untuk naik Bemo dari Pasar Kuta ke Tegal Rp. 5.000, – dari Tegal ke Terminal Ubung Rp. 5.000,- dari sini aku naik bis jurusan Ubung – Lovina – Singaraja untuk berhenti di Seririt yaitu pertigaan jalan yang menuju ke arah Lovina dan Gilimanuk. Perjalanan melewati Pupuan, sebuah daerah perbukitan yang bersawah – sawah lumayan bagus seperti di Ubud. Setelah siang aku sampai juga di Seririt dari sini aku menyewa Ojek untuk aku ajak pergi ke Pemuteran dan Labuhan Lalang untuk mensurvei tempat dan mencari penginapan, ongkos ojek Rp. 40.000,- Dari Seririt menuju ke Pemuteran, aku melewati Pura dan hutan Pulaki yang banyak monyetnya, disini juga ada bikit bertebing didepan sebuah pantai yang lumayan bagus juga. Sesampainya di Pemuteran aku mencoba untuk check in di tempat hotel dan penginapan dan ternyata tarif termurah disana adalah Rp. 180.000,- semalam, dan akupun mundur, aku juga bertanya tentang trip snorkel ke menjadi di salah satu agen diving yang ada disini, ternyata ongkosnya adalah Rp. 300.000,- include semuanya, aku hanya bisa menggelengkan kepala. Lalu aku melanjtkan perjalananku menuju ke Labuhan Lalang dengan berharap disana akan ada penginapan murah dan menyeberang ke pulau Menjangan akan lebih murah karena dekat. Ternyata harapanku tidak terkabul, Labuhan Lalang adalah sebuah pelabuhan ditengah hutan yang tak ada kehidupan disekitarnya, dan untuk menyeberang ke Menjangan aku harus menyewa boat seharga Rp. 350.000, – unuk sekitar 6 jam, karena aku sendirian nggak mungkin aku mau. dan ternyata tidak ada cara yang lain. Aku berpisah dengan ojekku disini karena aku berencana untuk kembali ke Lovina dengan naik Bus Kota. Untung sekali aku punya kenalan di Lovina saat pertama kali datang kesana awal April dulu, dia menawariku trip ke pulau Menjangan dari Lovina dengan harga Rp. 175.000,- include semuanya termasuk makan siang. Temanku ini bernama Kadek dia bekerja di SUNRISE DIVE yaitu biro / agen wisata yang melayani Trip Diving, Snorkel, Melihat lumba-lumba dipantai Lovina, Shuttle bus dan penyewaan kendaraan, kantor mereka berada di jalan Binaria / jalan utama yang menuju ke pantai Lovina.

16.00 WIB Sampai di Lovina dan Check in di hotel Angsoka lagi. Setelah itu segera pergi ke Sunrise Dive untuk konfirmasi tiket Snorkel di pulau Menjangan, setelah itu aku kembali ke hotel untuk berenang sampai malam. Setelah mandi dan bersantai di hotel, aku keluar untuk mencari makan dipinggir pantai. Sehabis makan aku kembali ke hotel untuk tidur.

Cagar alam pulau Menjangan meliputi sebuah kawasan hutan lindung di pulau bali (untuk trekking tour) , sebuah pulau kecil diutaranya dan lautan yang ada disekitarnya, karena dilindungi membuat keaslian dan keutuhan kehidupan laut di pulau Menjangan terjaga dengan baik, disana terdapat banyak sekali macam ikan dan karang – karang yang indah, tujuan utama Turis datang kemari adalah untuk Diving dan Snorkling, biasanya mereka mengikuti tur yang berbasis di Pemuteran dan Lovina. Selain melakukan aktivitas di laut anda juga bisa jalan – jalan mengelilingi pulau kecil ini, karena memang tidak begitu luas, di pulau ini terdapat banyak sekali hewan Menjangan Liar yang dilindungi, dan 3 buah pura, salah satunya adalah sebuah Pagoda atau Kuil orang Cina. Dalam Trip Diving atau Snorkel di pulau ini anda akan di bawa di bagian depan dan belakang pulau yang memang merupakan spot yang populer. Mimpi Resort adalah alternatif pelabuhan untuk menyeberang ke pulau Menjangan selain dari Labuhan lalang, berbeda dengan Labuhan lalang yang tidak memiliki penginapan, di Mimpi Resort ini terdapat sebuah penginapan walaupun kelihatan sangat mahal. Untuk lebih jelasnya silahkan membaca jurnal perjalananku.

Hari Ke Tiga puluh satu, Senin 28 April 2008
Keliling di Pulau Menjangan

08.00 WIB setelah sarapan, jemputanku datang, ada 4 orang bule dan seorang turis dari Jepang yang bergabung bersamaku dalam trip kali ini. Perjalanan dilanjutkan dengan naik mobil dari Lovina ke Mimpi Resort melewati daerah Pulaki dan Pemuteran. Sesampainya di Mimpi Resort kami istirahat sebentar di sebuah rumah makan, setelah perahu boat sudah siap kamipun berangkat ke pulau Menjangan. Menyeberang dari Mimpi Resort ke pulau Menjangan memerlukan waktu sekitar 20 menit-an. Kami segera menuju ke bagian belakang pulau, untuk melakukan Diving / Snorkling pertama kami. Yang melakukan Diving hanya 2 orang, seorang bule dan turis Jepang, sisanya bersnorkel bareng denganku. Ternyata pemandangan bawah laut disini sesuai dengan apa yang di iklankan, sangat indah. karena aku berenang sangat jauh dari pantai, aku bertemu dengan hiu disini, aku kaget dan segera menjauh darinya, tapi herannya aku tidak ketakutan sama sekali, aku masih melanjutkan snorkelku. Setelah puas disini, kami berpindah ke bagian depan pulau untuk istirahat dan makan siang (lunch box), setelah makan siang aku menyempatkan diri untuk berkeliling pulau sebentar, jalan utama yang ada di pulau ini hanya mengarah pada 3 buah pura yang ada disini, salah satunya adalah pagoda / kuil orang cina. untuk menjelajahi pulau lebih dalam anda harus mengambil jalan setapak. Setelah mengambil beberapa photo, aku kembali ke perahu dan melakukan snorkling kedua-ku. Di tempat kedua, yaitu di bagian depan pulau, banyak sekali ikan yang terdapat disini namun arusnya sedikit deras. Setelaha selesai beraktivitas kamipun kembali ke Mimpi Resort. Dari Mimpi Resort kami beristirahat lagi sebentar untuk mandi dan ganti baju setelah itu kembali ke Lovina dengan mobil.

16.00 WIB sampai di Sunrise Dive, aku berjalan kembali ke hotel karena memang sangat dekat dari sini. Di hotel aku bersantai dan berenang di Kolam Renang. Disini aku bertemu lagi dengan seorang pemuda dari Jerman yang baru sampai di Bali, dia single Traveller, kami mengobrol lama di kolam renang, dan dia berharap kalau kami bisa melakukan perjalanan bersama, tapi sorry aku sudah capek dan berencana untuk pulang besok.

19.00 WIB setelah mandi aku keluar untuk mencari makan malam dipinggir pantai, setelah itu aku kembali ke hotel untuk istirahat.

Akhirnya perjalananku selama sebulan untuk keliling Bali – Lombok – Sumbawa dan Flores, berakhir sudah dengan meninggalkan kenangan manis dan indah dibenakku, yang akan terkenang untuk waktu yang lama. Tempat – tempat wisata yang ada di daerah ini memang luar biasa, yang menarik minatku utamanya adalah pemandangan alam bawah lautnya, Indonesia memang layak menjadi juara (dengan saingan Thailand) untuk pemandangan ikan tropisnya. Banyak sekali orang – orang dari berbagai penjuru dunia pergi ke Indonesia demi untuk melihat keindahan alam kita. Oleh karena itu akan sangat sayang sekali jika kita yang memiliki negara ini tidak pernah sekalipun melihat bagian terindah dari alam kita. Well semoga jurnal perjalananku ini bermanfaat dan bisa dijadikan sedikit referensi, bagi anda yang mempunyai pertanyaan silahkan tulis saja komentar di Blog ini, saya akan berusaha untuk menjawab semampu saya. Terima kasih atas perhatiannya. Semoga perjalanan wisata anda, berkesan bagi anda.

Hari Ke Tiga puluh dua, selasa 29 April 2008
Perjalanan pulang ke Banyuwangi

08.00 WIB Sarapan dan bersantai di hotel, berenang dan berkenalan dengan tamu – tamu yang ada disana, berbagi pengalaman dan cerita.

11.00 WIB Check out dari hotel, berjalan ke jalan raya dan naik Bus kota  menuju ke Gilimanuk Rp. 15.000,- menyeberang dengan Ferry ke pelabuhan Ketapang di Banyuwangi Rp. 6.000,- dari Ketapang ke Terminal Blambangan naik Bemo Rp. 5.000,- Dari Blambangan ke Terminal Bus Karang Ente Rp. 5.000,- dari Karang ente naik bus jurusan Jember, turun di Genteng. Dan perjalanan inipun berakhir saat aku tiba di rumah.


Responses

  1. Silahkan tinggalkan pesan, komentar atau pertanyaan Anda, saya akan berusaha untuk menanggapi secepatnya. Semoga bermanfaat.

  2. Mas Salam kenal dari Made Bali
    Intenerynya lumayan bagus, kok ga ada saya lihat petualangan? Padahal itu ga kalah bagus juga seperti, bersepeda mengelilingi desa2 dibali, atau trekk and etc. Murah kok mas
    Kapan2 mas bisa contact saya deh di bali.

    Salam
    MADE

  3. Buat made, ………….. salam kenal juga.

    Yah, kalau anda sudah membaca semua jurnal perjalanan saya, maka anda akan mempelajari bahwa saya hampir tidak pernah istirahat, selalu saja melakukan kegiatan yang berbeda setiap harinya, dan dijamin saya tidak merasa bosan sama sekali. Saya bersepeda mengelili Nusa Lembongan + Nusa Ceningan, saya udah trekking di Flores dan Senaru. Rafting dan outbound jugakan bisa dibilang petualangan. Apalagi saya sudah bersnorkel di banyak tempat.

    Bali – Lombok – Sumbawa dan Flores memang bagus, tapi nanti aku juga akan mencoba menulis tentang Jawa Timur dan Banyuwangi sebagai tempat tinggalku sendiri.

    O ya mas gimana dengan perubahan harga di Bali pasca kenaikan BBM? naik berapa persen?

  4. sampe agustus blm ada kenaikan harga can..klo pun ada bbrp yg naikin harga itu cuma berkisar 10-20rb aja..masi aman lah…

    kapan jadinya kesana lagi? kali ini aku ada rencana ma temen2 mau ke lembongan sekitar 3hari, dan ke gili trawangan seminggu…doain aja…jadi..hehehe….

  5. Yah kalo cuman segitu amanlah, aku kesana sekitar Juli – Agustus, (musim panas) untuk naik ke Rinjani. Kamu bilang mau naik Rinjani bulan Januari, kayaknya masih banyak hujan bulan itu, tapi yah asal persiapannya matang saja.

    Kamu harus jadi ke Gili, kalau bisa sih Gili meno saja, suasananya benar – benar masih 100% alami, ntar kamu bakal kebayang – bayang pengen balik ke sana lagi. Lembongan juga bagus, aku aja nyesel nggak tinggal lama disana, tapi kayaknya aku juga punya rencana pergi ke sana lagi, pengen makan di WARE-WARE lagi.

  6. Hai Mas Candara

    Untuk sementara ini sih belum ada kenaikan yang begitu menonjol, Juga para Manager2 Sales Marketing masih kebingungan mengingat contract-contract agent yang masih valid.

    Mas kalau boleh nawarin aku punya pelayanan jasa transport dengan menggunakan mobil type @ avansa 2008, Masalah Harga dari kami fleksible dan kalo mas ke Bali Boleh coba nie!!

    Hormat Saya
    MADE

  7. Oke pasti dicoba mas, kalo harganya cocok kenapa nggak. Ntar aku hubungi kalau ke Bali

  8. hueeeeee….iklan ni si made belog…

    kalo gua mah ga mau promo ama candra…🙂

    uda lebih pinter mah dia cari harga dari aku…hehe..

    oh iya, can rafting di sungai telagawaja murah…cuma 200rb… kapan rafting sama?? aku mau…ntar sekali lagi kesana mau rafting…ama bungee jumping…

  9. buat Orchid ………

    Kalau rafting ke Telaga Waja ama Sungai Ayung sama kok harganya, prioritasku mungkin ke Ayung dulu soalnya Telaga Waja udah pernah. Tapi kalau bisa bareng sama kamu, yah ke Telaga Waja lagi juga boleh.

    Gak usah Bungee jumping di Double Six (buang – buang uang) tingginya cuman 45 meter, sekali lompat Rp. 400 ribu . Main Out Bound aja Rp. 150.000,- disini kamu sudah bisa lompat dari ketinggian 20 meter, percaya deh 20 meter aja sudah bikin gemeter, dan kamu masih bisa sliding berkali – kali, lebih seru daripada sekedar bungee jumping. Harga paket Outbound sekitar Rp. 350 ribuan include antar jemput hotel, main outbound selama 2,5 jam, makan buffet di Mentari, masuk ke botanical garden sama pura Ulun Danu di Bedugul. Aku bakalan ke sini lagi, jadi kita bisa bareng, siapa tahu bisa dapat discount.

  10. aku harus kerja dibali selama 30hari,can… jadi ada waktu 15 sisanya buat honeymoon dan keliling lembongan dan gili trawangan…klo ada duit lebih, aku mau ambil advanced sertifikat diving di tulamben…

    hua….lagi sibuk banget……..sekarang….!!!

    earn money time…!!!!

  11. waw…..

    Anda seorang single traveler yang tangguh dan sangat berpengalaman…

    Salam kenal, nama saya Dolfi . Saya tinggal di kuta. Baru 6 bulan ini sih. Saya sangat suka snorkeling. Saya sudah pernah snorkeling di padang bai dan di amed. Saya ingin mencoba snorkeling di menjangan dan nusa lembongan…

    untuk yang di menjangan, akomodasi yang paling memungkinkan hanya di lovina ya?
    Lovina ke labuhan lalang berapa kilo/ jam?

    Ada acara adventure lagi ke bali? kasih tau ya…

    thank b4

  12. buat organisme ………. (alias uda gak jaman lagi)

    Snorkeling emang asik banget, dan jangan hanya di Bali di Gili dan di pulau – pulau kecil disekitar Sumbawa dan Floress malah lebih bagus.

    Kalau mau ke Menjangan lebih baik lewat Lovina aja lebih murah dan lebih asik, kesananya kalo cuman sendiri yah ikut tur aja, tapi kalo rame – rame bisa carter perahu sendiri (lebih murah).
    Lovina ke labuhan lalang agak jauh tapi cukup naik bis kota dengan harga Rp. 15.000,-

    Acara adventure lagi pasti ada, tapi mungkin bisanya tahun depan. Pengen bareng juga boleh.

  13. tanya lagi tentang pulau menjangan dong

    1.
    Apakah ada penginapan ala backpacker (murah meriah :D) di daerah sana? Di pulau menjangannya atau di pulau bali nya? Kalau boleh tau tarifnya berapa? (sekalian nomor telponnya ya….).

    2.
    Kalo mau memasuki Taman nasional bali barat apakah ijin masuknya/ gate nya hanya di gili manuk? Soalnya kalo saya masuk lewat buleleng dan harus lewat gilimanuk, kan terlalu jauh.

    thank b4 atas informasinya

  14. buat organisme …………..

    1. Seperti yang saya tulis diatas, sebaiknya anda menginap di daerah lovina saja, sebab di pulau Menjangan tidak ada apa-apa, cuman ada Temple doang.

    2. Ijin masuknya ada di Labuhan Lalang dan Mimpi Resort yang sudah saya tulis di atas. Jika anda jalan sendiri atau dengan rombongan sendiri, anda bisa mencari informasi lebih lanjut dikedua tempat ini, tapi jika anda sendirian dan ikut tour dari Lovina, maka anda tinggal mengikuti program mereka aja.

  15. o begitu ya…
    Trus kalo nginep di lovina, makannya bagaimana?

    heheh sory banyak nanya ya…

  16. Halo mas candra,

    Salam kenal

    weekend ini (9agustus 08), saya berencan ke Bromo lalu meru Betiri setelah itu nyebrang dari ketapang ke gilimanuk, dengan tujuan ke p. menjangan. Setelah itu kita akan traveling ke timur bali. Melihat rute saya, apakah Sebaiknya menginap di Gilimanuk, sebelum memulai snorkling di menjangan ? apakah labuan lalang sama sekali tidak ada penginapan tyang memadai (budget price)? Berapa lama perjalanan dari gilimanuk ke labuan lalang? apakah harus dg ojek, atau kendaraan umum, atau charter untuk mengejar waktu ke menjangan yang harus pagi2 benar. terimakasih mas.

    Apakah ada saran2 untuk kunjungan kita yang pertam di bromo dan meru betiri (bandealit- savan pringtali and so on?

  17. Untuk ke Bromo, karena sudah menjadi objek wisata internasional, sudah ada banyak akomodasi dalam segala budget disana. Untuk meru betirinya, aku sendiri belum sempat ke sana, tapi tahun lalu temanku sempat pergi kesana, kayaknya kurang begitu worthed jika dibandingkan dengan perjalanan anda menuju kesana (jalannya tidak begitu mulus). lebih mending jika anda pergi ke Alas Purwo atau Gunung Ijen di Banyuwangi sekalian. Kedua tempat ini sangat bagus dan sudah menjadi tempat favoritku sejak dulu.

    Untuk ke pulau menjangan dari arah barat, saya belum pernah menginap di Gilimanuk, tapi jika melihat kondisi tempatnya, kayaknya di gilimanuk tidak ada apa-apanya. Di labuhan lalang sama sekali tidak ada tempat menginap. Di Mimpi resort harga penginapannya selangit. Saya sarankan anda untuk menginap di Lovina saja, untuk transportasi ke Labuhan lalang anda cukup naik bis kota sekali saja (sama seperti jika anda berangkat dari Gilimanuk ke Labuhan Lalang). Di lovina banyak hotel atau penginapan yang murah selain itu tempatnya juga sangat bagus dan sudah terkenal dimana – mana.

    Untuk lebih jelas lagi soal travel ke Pulau Menjangan, coba anda baca lagi jurnal perjalanan saya, dan semoga liburannya menyenangkan.

  18. pak candra, tanya lagi tentang pulau menjangan ya.

    Saya baru saja telp kantor TNBB. Katanya kalo kita mau snorkling di pulau menjangan harus pake pemandu ya?
    Nah, katanya pemandunya ini mbayar sendiri (Terpisah dari sewa perahu, tiket masuk, dan sewa alat snorkling). Pemandunya itu bayar berapa ya?
    Soalnya saya berniat ngecer (ga pakai paket tour).
    Thank you

  19. -pak candra kalo mo ninap satu malam di lombok brangkat dari denpasar sebaiknya mengatur jadwalnya gimana trus ada info hotel murah engak di lombok trimakasih

  20. salam kenal
    sy membawa romb 2 bis a 44 orang
    cari 1 kamar 4 orang, ac, harga 100.000-150.000
    ada katering a 8.500-10.000
    trim sebelumnya
    amos – semarang

  21. Salam kenal juga …. tapi sorry nih Amos, aku lagi gak bisa bantuin nih.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: