Posted by: candrasanjaya | May 31, 2008

Bones

Bosen dengan penelusuran evidence (bukti-bukti) ala CSI, bosen dengan pencarian sebab dan akibat penyakit ala HOUSE, artifak bertuah / Jimat dalam SUPERNATURAL membuat anda Geli, NCIS kurang ber-action bagi anda, atau kasus – kasus lama dalam CLOD CASE menarik minat anda. Cobalah menonton film serial BONES, serial ini menggabungkan hampir semua elemen yang ada di semua serial diatas (menarik kan), produsernya lumayan jeli juga, karena serial ini muncul belakangan tidak mungkin mengambil atau mengikuti satu alur cerita yang sudah ada, karena mereka akan kehabisan fans tentunya. Mencampur aduk genre adalah jawaban yang tepat untuk bisa berebut pasar.

Bagaimana pencampur adukan genre ini bisa terjadi, apakah masuk akal, kalau begitu temui-lah Dr. Temperance Brenaan seorang Anthropologist wanita nomor satu di seantero USA. Karena kehebatannya dia diajak bergabung dengan FBI, untuk membantu mereka memecahkan kasus – kasus yang berhubungan dengan tulang – belulang manusia. Saking hebatnya dokter ini mampu memecahkan sebuah kasus dengan hanya berbekal sebuah tulang jari korban. Pencampuran genre ini terjadi karena dokter Temperance berhubungan dengan tulang yang biasanya sudah berusia tahunan (COLD CASE) dan beberapa darinya sangat lama sekali ratusan tahun dan berhubungan dengan artifak kuno yang diyakini oleh orang – orang mengandung kutukan atau sihir (SUPERNATURAL), pelacakan dokter dilakukan dengan sebab – akibat yang dialami tulang yang ditemukannya, baik trauma ataupun penyakit (HOUSE), setelah semua data terkumpul, data tersebut dijadikan evidence untuk pelacakan kepada pelaku kejahatan (CSI), dan tidak cukup dengan itu mereka juga kadang berhubungan dengan militer dan diakhiri dengan sedikit action (NCIS). Genre yang campur aduk ini membuat BONES memberikan variasi cerita yang tidak membosankan.

Tidak ada gading yang tak retak, dengan alur cerita yang tidak membosankan. Kekurangan utama dari serial ini adalah sangat tidak masuk akalnya kepribadian Dr. Temperance. Dia adalah guru yang lebih cerdas dari asistennya yang ber-IQ hampir 200 sekalipun, bahkan dia juga lebih cerdas dari profesor mentornya sendiri (yang menjalin hubungan intim dengannya). Di usia yang terhitung masih muda dia pernah melakukan perjalanan hampir keliling dunia, diving, hunting dan martial art dikuasai olehnya. Dia juga menulis buku detektif wanita yang laris di Amerika, dan terakhir dia seorang yang sangat tidak up to date, pikirannya terlalu rasional untuk seorang novelis, dan terlalu naif untuk murid yang memacari gurunya. Dan memiliki postur tubuh yang tidak cocok untuk seorang yang ahli bela diri. Dan David Boreanaz yang berperan sebagai agent Booth partner Dr. Brennan dari FBI, kurang begitu serius dalam beracting, kalau tidak mau dibilang tidak bisa beracting. Well disamping dari kekurangan itu serial ini masih menarik untuk diikuti. Dan mungkin suatu saat nanti karakter mereka bisa menjadi lebih masuk akal lagi dengan memberikan labar belakang yang kuat untuk setiap tokohnya, untuk saat ini aku masih menonton untuk musim keduanya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: