Posted by: candrasanjaya | June 6, 2008

Agatha Christie Book’s Collection

Siapa yang tidak mengenal Agatha Christie, nama itu pasti pernah anda dengar, meski anda tidak kenal dengan orangnya ataupun karyanya. Agatha Christie adalah seorang pengarang novel detektif / misteri yang sangat terkenal dari Inggris. Novelnya sudah diterbitkan ke seluruh dunia dan banyak sekali penggemarnya termasuk aku. Tokoh detektif rekaannya antara lain :

Hercule Poirot seorang detektif dari Belgia yang berpenampilan nyentrik, sedikit OCD, dan luar biasa cerdas, selalu sesumbar dengan kecerdasan yang dimilikinya, tidak pernah sekalipun seorang pelaku kejahatan bisa melarikan diri dari jeratannya. Metode sederhana yang digunakannya untuk memecahkan kasus yang sangat rumit akan membuat anda terpesona. Ketenaran tokoh ini hampir mengalahkan Sherlock Holmes sekalipun.

Miss Marple seorang perawan tua dengan uang yang berkecukupan, pekerjaannya adalah mencampuri urusan orang lain. Karena hampir tidak punya pekerjaan sama sekali membuat perawan tua ini memiliki waktu yang tak terbatas untuk berpikir, masalah yang rumit dan berbelit – belitpun bisa diuraikannya menjadi teratur dan jelas. Tipuan macam apapun bisa dibongkarnya. Terkadang terlihat seperti tidak waras.

Parker Pyne seorang “spesialis ketidakbahagiaan”, jika anda merasa hidup anda hampa, kosong, membosankan dan tidak membahagiakan, hubungi Parker Pyne, dengan membayar sesuatu padanya (tidak selalu berbentuk materi), dia akan membuat anda bahagia, garansi kepuasan 100%. Tapi jangan coba – coba mengelabuinya, siapapun penjahatnya pasti akan dikalahkan oleh  Parker Pyne dengan strateginya.

Mr. Quin seorang misterius yang selalu muncul ketika akan terjadi suatu tindak kejahatan, dalam kasus Mr. Quin sebetulnya detektifnya adalah Mr. Satterthwaite, karena sebelum kasus terjadi Mr. Quin selalu muncul di hadapan Mr. Satterthwaite untuk memberikan petunjuk lalu kemudian Mr. Satterthwaite-lah yang melakukan penyelidikan dan membongkar kasusnya.

Dari keempat tokoh diatas Hercule Poirot-lah yang paling terkenal, dan tokoh ini mati pada Novel berjudul Tirai yang diterbitkan pertama kali tahun 1975 dan setahun kemudian tepatnya pada tanggal 12 Januari 1976 Agatha Christie meninggal di Inggris, dengan meninggalkan puluhan novel detektif karyanya. Dari puluhan novelnya tentu tidak mungkin kita akan membaca semuanya (kecuali anda benar – benar fans beratnya), meski semua cerita yang ditulis berkualitas baik, namun tentu ada juga beberapa cerita yang lebih baik dari cerita yang lainnya, dan bahkan ada juga beberapa novelnya yang sedikit ber-urutan, dimana akan sedikit kurang nyaman jika dibaca dengan urutan terbalik, disini saya akan mencoba meresensi beberapa novel-novel itu, sehingga anda bisa membaca resensi saya lebih dulu sebelum memutuskan untuk membaca novelnya, yang saya resensikan adalah yang terbaik menurut versi saya dan sudah saya baca :

Pembunuhan di Orient Express / Murder on the Orient Express (Hercule Poirot) :

Adalah novel yang paling terkenal, menceritakan tentang pembunuhan diatas kereta yang berjalan. Karena takut terbang Hercule Poirot selalu naik kereta untuk pergi ke mana – mana dan saat di kereta inipun seseorang laki – laki tua menghampirinya dan meminta pertolongan padanya, karena dia merasa bahwa seseorang akan membunuhnya. Dan orang itupun berani membayar mahal pada Poirot. Dan Poirot-pun menjawab “Kalau Tuan bersedia memaafkan saya secara pribadi, saya tak mau menangani perkara Tuan karena saya tak suka pada wajah Tuan.” Enam jam kemudian laki – laki tua itu meninggal, meskipun Poirot merasa senang karena orang itu meninggal namun dia tetap saja harus memecahkan kasus pembunuhannya yang ternyata sama sekali tidak sederhana. Ada 7 orang tersangka dari ke-7 orang itu hanya seorang perempuan yang paling mudalah yang mempunyai motif untuk membunuh, namun anehnya hanya dia jugalah yang tidak mempunyai kesempatan untuk membunuh daripada ke-6 orang lainnya. Pemecahan yang disampaikan Hercule Poirot pada akhir novel akan merubah pandangan orang – orang tentang sebuah kasus pembunuhan. Benar – benar suatu cerita yang original dan tak ada duanya.

Muslihat Dengan Cermin / They Do It With Mirrors (Miss Marple) :

Adalah novel dengan ending yang tidak akan pernah anda pikirkan, Miss Marple memecahkan kasusnya hanya dengan berandai-andai saja. Cerita dimulai dengan klasik, beberapa orang yang diundang untuk menginap disebuah rumah seorang bangsawan. Ketika menjelang malam disebuah ruang kerja yang tertutup tuan rumah sedang bertengkar dengan hebat dengan anak angkatnya, suara yang gaduh membuat semua tamu yang ada di rumah itu berkumpul di depan ruang kerja yang terkunci dari dalam itu. Dari luar orang – orang hanya bisa mendengarkan suara dua orang bapak – anak itu bertengkar dengan keras, beberapa menit kemudian terdengar suara tembakan yang keras dari dalam ruang kerja itu. Setelah tertegun sebentar, beberapa orang yang berdiri di luar ruang kerja itu memutuskan untuk mendobrak pintu, setelah pintu terbuka, semua orang menyeruak masuk dan melihat si anak angkat mengacungkan pistol yang berasap ke arah bapaknya yang berkeringat dengan nafas memburu, ternyata tembakan meleset dan mengenai dinding. Semua orang merasa lega dan menjernihkan suasana. Sampai tidak beberapa lama baru diketahui bahwa seorang tamu undangan telah tertembak di kamarnya yang berada di bagian belakang rumah. Siapakah yang menembak tamu itu, apakah dia bunuh diri? Pada saat terjadi pertengkaran semua orang berkumpul dan pikiran mereka terfokus hanya pada ruang kerja yang terkunci, apakah ada orang yang menyelinap pergi ke kamar tamu untuk melakukan pembunuhan, dan siapakah dia? Brilian, sangat cerdas dan menipu, rasanya CSI – pun tidak akan sanggup memecahkan kasus ini.

Matinya Lord Edgware / Lord Edgware Dies (Hercule Poirot) :

Novel Agatha Christie yang aku baca pertama kali, kisah dalam novel ini membuatku ketagihan untuk membaca karyanya yang lain. Cerita di mulai saat Mrs. Edgware mendatangi Hercule Poirot dan memintanya untuk membunuh suaminya sendiri yaitu LordEdgware, permintaan itu tentu saja ditolak oleh Hercule Poirot. Beberapa hari sesudahnya Lord Edgware mati terbunuh di rumahnya, dua orang pegawai Lord Edgware mengatakan bahwa orang yang terakhir bersama dengan Lord Edgware pada malam pembunuhannya adalah istrinya sendiri Mrs. Edgware yang tentu saja menjadi tersangka utama, namun Mrs. Edgware mampu membuktikan bahwa pada malam kematian suaminya dia berada pada sebuah pesta di luar kota yang disaksikan oleh seratus orang lebih. Bagaimanakah Mrs. Edgware bisa berada pada 2 tempat sekaligus di malam yang sama. Atau kedua pegawai Lord Edgware yang berbohong. Kisah akan menjadi semakin rumit dengan munculnya banyak tersangka lainnya. Dan sanggupkah penjahat kali ini menipu Hercule Poirot?

Rumah Gema / The Hollow (Hercule Poirot) :

Novelnya agak tebal, dengan bumbuhan kasih tak sampai yang lumayan bagus namun tidak cengeng. Saat mendatangi Pesta Kolam yang diadakan di rumah seorang bangsawan, Poirot telat, sesuatu yang jarang sekali dilakukannya, suara tembakan pistol terdengar dari arah kolam dan Poirot pun segera berlari melewati taman untuk menuju ke kolam, semenit kemudian dihadapan Poirot berdiri seorang perempuan dengan mengacungkan pistol di tepi kolam, suami perempuan itu terlihat roboh di hadapannya dengan dada tertembus peluru, beberapa orang lainpun dari pintu masuk kolam yang berbeda memandang takjub pada pemandangan itu, dan kemudian pistol yang dipegang perempuan itupun terlepas dan jatuh ke dalam Kolam. Apakah benar perempuan itu telah menembak suaminya sendiri? Sidik jari dari pistol-pun terhapus air kolam, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut diketahui bahwa peluru di tubuh pria yang tertembak itu tidak cocok dengan pistol yang terjatuh di kolam. Dan yang lebih menggemparkan lagi hampir semua undangan di pesta kolam itu membawa pistol, apakah pemandangan yang dilihat Poirot adalah kenyataan, atau ada misteri lain dibalik semua ini. Pada akhirnya pistol yang digunakan untuk menembak korban ditemukan dengan sidik jari seorang gelandangan buta yang tidak pernah hadir di pesta kolam itu. Mampukah Poirot menemukan penembak sesungguhnya, saat semua tersangka sepertinya ingin menjadi pelaku kejahatan. Sekali lagi Poirot membuktikan kehebatan analisisnya.

Tragedi Tiga Babak / Three Act Tragedy (Hercule Poirot) :

Novel yang santai, misteri yang ditawarkan sepertinya biasa saja namun dari cerita ini kita bisa mengetahui betapa mudahnya melakukan pembunuhan dan terlepas dari tuduhan sebagai tersangkanya, pembunuh disini bisa dibilang sangat nekat namun perbuatan nekatnya itu membuat semua orang tertipu. Kasus dimulai pada sebuah acara perkumpulan, tiba – tiba seorang tamu roboh, orang – orang yang ada disitupun segera berkerumun mengelilingi orang tersebut, setelah diperiksa ternyata orang itu sudah mati karena keracunan nikotin, dan pada gelas yang dipakai untuk minum si korban tidak ditemukan sisa – sisa racun. Apakah korban diracun di tempat lain? Belum sempat misteri ini terpecahkan, beberapa minggu kemudian orang lain mengalami hal yang sama, dan akhirnya Poirot-pun datang untuk membuka mata orang – orang yang hadir di pesta itu, bagaimana pembunuhan keji itu bisa dilakukan. Dan andapun sekali lagi akan mengakui kehebatan Poirot dalam memecahkan sebuah misteri.

Mayat Misterius / The Clocks (Poirot) :

Saat dirumah seorang buta ditemukan sesosok mayat laki – laki yang tak dikenal oleh siapapun, pihak kepolisian disibukkan dengan misteri banyaknya jam yang ada diruangan tempat mayat itu berada, dengan susah payah pelaku kejahatan membawa banyak jam dengan berbagai macam bentuk ke ruangan itu, semua jam yang ada menunjukkan pukul yang sama dan hanya satu jam saja yang berbeda, apa maksud dari semua itu? Apakah sebuah pesan kematian dari sang korban atau malah dari pembunuhnya. Ada hubungan apa mayat dengan pemilik rumah yang buta itu? Yah saat misteri yang di dapat oleh pihak kepolisian menjadi semakin rumit, Poirot menawarkan sebuah pemecahan yang diluar dugaan. Dan kasuspun berakhir ditangan Poirot, karena tidak akan ada penjahat yang bisa mengelabui kecerdasan otak Poirot.

Mata Rantai Yang Hilang / Ordeal By Innocence (Hercule Poirot) :

Jika ada seorang jutawan yang mati terbunuh, tentu saja tersangka utamanya adalah ahli warisnya. Kali ini adalah adik sang korban, dia beralibi kalau pada waktu pembunuhan terjadi dia berada di luar kota dan menumpang pada mobil seorang laki – laki. Tetapi laki – laki pemberi tumpangan itu tidak pernah muncul untuk mendukung kesaksian adik korban.Dan terpaksa adik korban ditetapkan sebagai pelaku dan dipenjara, setahun kemudian adik korban itu mati karena sakit dipenjara. Waktupun berlalu, beberapa tahun kemudian seorang laki – laki muncul dan mengatakan bahwa dia-lah orang yang memberikan tumpangan pada adik korban. Dia tidak pernah muncul sebagai saksi karena dia telah pergi ke India saat itu, dan tidak tahu kabar apa-apa. Dengan kedatangan pria dari India itu berarti membuktikan alibi adik korban, lalu siapakah pelaku sesungguhnya? Tidak ada orang yang paling tepat untuk menyelesaikan kasus pelik ini selain Hercule Poirot. Novel inipun memberikan ending Twist yang sangat menarik untuk disimak.

Empat Besar / The Big Four (Hercule Poirot) :

Mengangkat kasus terbesar Hecule Poirot, dimana Poirot harus berkejar – kejaran dan mengadu taktik serta kecerdasannya dengan sekomplotan penjahat kelas kakap, begitu banyak kasus dan teka teki yang harus segera dipecahkan sebelum lebih banyak lagi korban berjatuhan. Sangat menegangkan, merupakan puncak dari kesuksesan Poirot sebagai detektif, jangan pernah membaca novel ini jika anda belum membaca novel yang lainnya, karena menurut saya novel inilah yang terbaik dengan adanya 4 orang penjahat yang sangat lihai hampir setara dengan kecerdasan Poirot. Namun tidak ada seorang penjahatpun yang mampu lolos dari Poirot.

Misteri di Styles / The Mysterious Affair at Styles (Hercule Poirot) :

Disini pertamakalinya Hercule Poirot muncul, merupakan kasus pertama yang di hadapi Poirot sejak pindah dari Belgia ke Inggris, ceritanya sangat klasik meskipun begitu Poirot tetap mampu membongkar kasus dengan jalan keluar yang tidak pernah terpikirkan oleh siapapun. Pada saat seorang janda tua kaya meninggal keracunan di kamarnya, seorang yang sangat dicurigai mengajukan diri sebagai pelakunya, namun karena tidak ada bukti sama sekali orang itu akan dilepaskan, menurut hukum Inggris saat itu, seseorang tidak bisa disidangkan untuk 2 kali sebagai pelaku pembunuhan yang sama. Si pelaku sangat yakin kalau kejahatannya tidak dapat dibuktikan, karena itu dia mengajukan diri untuk disidangkan, namun sial bagi dirinya, Poirot tertarik untuk menyelesaikan kasus itu dan menghancurkan semua rencana busuknya.

Lapangan Golf Maut / Murder on the Links (Hercule Poirot) :

Kemunculan Poirot untuk kedua kalinya setelah kasus di Styles, disini ada spoiler untuk novel Misteri di Styles (sayang sekali). Kejadiannya di tengah malam seorang pria terbunuh di sebuah lapangan Golf yang tak jauh dari rumahnya, di rumahnya sendiri istri pria itu terikat dengan erat di atas ranjangnya di tempat tidur. Disepanjang penyelidikan kasus istri korban itu menunjukkan sikap yang sangat mencurigakan, namun hanya Poirot-lah yang mampu menebak ada misteri apa sebenarnya di tempat itu. Disini anda akan sekali lagi ditunjukkan oleh Poirot, bahwa bukti – bukti yang ada atau muncul di sekitar TKP kadang tidak relevan atau tidak berkaitan dengan kasus yang ada. Dan sekali lagi dengan analisa dan logika, Poirot mengetahui siapa pembunuh sebenarnya lebih dulu dari siapapun.

Selain dua judul yang baru saja saya sebutkan barusan ada juga novel lain yang berurutan yaitu : Misteri Karibia / A Carribean Mystery  dan Nemesis (Miss Marple) dimana di novel ini diceritakan jika salah satu tersangka utama di novel Misteri Karibia akan menjadi salah satu tokoh penting di novel Nemesis, jadi akan lebih baik jika anda tidak membacanya secara terbalik.

Tirai / Curtain : Poirot’s Last Case (Hercule Poirot) :

Novel terakhir dari kisah Hercule Poirot, jadi jangan langsung membaca novel ini sebelum beberapa novel yang lain karena disini Hercule Poirot akan meninggal. Kasus yang diangkatpun lain dari yang lain, penjahat kali adalah seorang psikopat yang cerdas, yang bisa melakukan kejahatan hanya dengan manipulasi, dia tidak pernah turun tangan sendiri, menghadirkan pembunuhan adalah keahliannya. Dan yang paling HEBAT tidak ada yang tahu siapakah orang ini, posisi penjahat ini hampir sama dengan JIGSAW di film SAW, dia bisa menciptakan kondisi bagi seseorang untuk membunuh orang lain, tanpa dirinya ikut turun tangan dalam pembunuhan itu. Bagaimana cara Poirot menghentikan psikopat cerdas yang hobi membunuh ini, Sampai pada akhirnya pembunuh inipun mengincar Poirot, dapatkah Poirot lolos dari jebakan pembunuh cerdas ini? Selain CERDAS buku inipun sangat berkesan bagi penggemar POIROT karena disinilah kehebatan Poirot harus berakhir dengan menyentuh ingatan kita pada masa – masa kejayaannya dahulu.

Sebetulnya Poirot tidak selalu sanggup menghukum seorang pelaku kejahatan dikarenakan berbagai macam hal, seperti yang terjadi pada Novel Pembunuhan Atas Roger Ackroyd (The Murder of Roger Ackroyd) dan pada novel Mengungkit Pembunuhan (Five Little Pigs) serta beberapa cerita yang lain. Selain sebuah novel yang utuh, ada juga beberapa novel yang berisi beberapa kisah pendek di dalamnya seperti :

– Poirot Melacak / Poirot Investigates (Poirot)
– Mr. Quin yang Misterius / The Mysterious Mr. Quin (Mr. Quin)
– Tiga Belas Kasus / The Thirteen Problems (Miss Marple)
– Anjing Kematian / The Hound of Death and Other Stories (Poirot)
– Parker Pyne Menyelidiki / Parker Pyne Investigates (Parker Pyne)
– Pembunuhan di Lorong / Murder in the Mews (Poirot)
– Tugas – Tugas Hercules / The Labours of Hercules (Poirot)
– Kasus – Kasus Perdana Poirot / Poirot’s Early Cases (Poirot)
– Kasus – Kasus Terakhir Miss Marple / Miss Marple’s Final Cases (Miss Marple)
– Masalah di Teluk Pollensa / Problem at Pollensa Bay (Parker Pyne, Poirot, Mr. Quin)

Jadi bagi anda yang tidak begitu suka membaca novel tebal, silahkan mencoba cerita -cerita pendek yang ada pada novel – novel diatas.


Responses

  1. kl menurut g sih hampir semuanya buagus tp plg mengesankan tuh death on the nile,orient express,abc murder,endingnya ok banget,trus g suka juga man in the brown suit,agak2romantis biarpun tokoh utamanya orang biasa,ada juga pasangan detektif tommy n tuppence,mereka juga ok banget,kalo gak salah mereka muncul di 3buku(partner in crime,secret adversary,by the pricking of my thumb)yg agak bener2 g gak abis mikir waktu g baca and there were none(kl gak salah judul indo,10org negro yah)pokoknya novel2agatha semua ok

  2. Emang novel Agatha Christie tuh banyak sekali, sekarang aja ada 5 novel-nya yang belum aku baca di rak buku-ku. Aku juga penasaran dengan Sepuluh Anak Negro (And Then There Were None) kalau nemu bukunya, bakalan aku beli. Novel inikan diadaptasi menjadi Film “IDENTITY” yang dimainkan oleh John Cusack. Film misteri pembunuhan yang asyik sekali.

    • Sepuluh anak negro itu pembunhannya keren

  3. sepuluh orang negro itu keren banget bro. lagian agatha christie hebat bener….biarpun setting ceritanya jaman dahulu kok rasanya gak pernah kadaluwarsa biarpun dibaca saat sekarang. really love it….

  4. Aku udah baca banyak banget buku Agatha Christie, sampe kadang2 lupa kalo liat judulnya doank udah pernah baca ato belum. Ada yg punya info jumlah buku Agatha Christie? Tokoh2nya termasuk suami istri yg jadi tokoh di N ato M?

  5. Buku agatha christie yang sudah diterbitkan dalam bahasa Indonesia, paling tidak ada 80 novel dan mungkin sudah lebih, selain itu agatha juga menulis banyak sekali cerita pendek baik misteri maupun roman.

    Tokoh suami istri di N ato M adalah Tommy & Tuppence, kalo gak salah si istri lebih aktif daripada suaminya nih, mereka muncul juga di novel lain yaitu :

    – Musuh Dalam Selimut (The Secret Adversary)
    – Pasangan Detektif (Partners In Crime)
    – Rumah Di Tepi Kanal (By Pricking Of My Thumbs)
    – Gerbang Nasib (Postern Of Fate)

    Selain mereka berdua ada lagi tokoh yang juga sering menjadi detektif di dalam novel agatha yaitu Kolonel Race, Inspektur Battle dan Ariadne Oliver.

  6. ada yg tw film2nya agatha christie ga? kyna d indonesia susa bgt yh carinya? bisa beli di mana c?
    stasiun2 tv jg ga pada nayangin..

  7. Saya suka nonton TV Agatha Christie, baik yang Miss Marple maupun yang Pairot di sini. Bagus sih ^_^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: